Setiap hari, aku menjalani rutinitas sebagai siswa SMP dengan berbagai macam perasaan. Mulai dari rasa semangat, lelah, jenuh, sampai bahagia karena bisa bertemu teman-teman. Meskipun kadang terasa membosankan, tapi sebenarnya banyak momen berharga yang aku alami di sekolah.
Pagi hari, aku bangun sekitar pukul 04.30. Setelah mandi dan sarapan, aku berangkat ke sekolah pukul 06.00. Sekolahku tidak terlalu jauh dari rumah, jadi saya biasa jalan kaki dan saya selalu tiba di sekolah sekitar pukul 06.10, cukup waktu untuk bersiap sebelum bel masuk berbunyi pukul 06.30.
Setelah upacara atau apel pagi singkat, kegiatan belajar dimulai. Hari itu pelajaran pertama adalah Matematika. Guru matematika kami, terkenal tegas tapi sangat sabar saat mengajar. Aku termasuk siswa yang cukup kesulitan dalam pelajaran ini, jadi aku berusaha fokus dan tidak banyak bicara saat pelajaran berlangsung. Terkadang aku mencatat rumus-rumus penting di buku khusus agar mudah diingat saat ujian nanti.
Pelajaran kedua adalah Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia kami, sangat pandai bercerita dan sering membacakan cerpen menarik di kelas. Hari itu kami belajar tentang struktur teks eksplanasi. Aku cukup antusias karena aku suka menulis, dan materi ini terasa dekat dengan hobiku. Aku bahkan sempat membaca tulisanku sendiri di depan kelas atas permintaan Pak Guru.
Waktu istirahat adalah saat yang paling aku tunggu. Bersama teman-temanku, aku biasanya pergi ke kantin sekolah. Kantin kami sederhana, tapi makanannya enak dan harganya terjangkau. Hari itu aku membeli nasi goreng dan es teh. Sambil makan, kami saling bercerita tentang tugas sekolah atau sekadar bercanda untuk menghilangkan stres.
Setelah istirahat, pelajaran dilanjutkan dengan IPA dan Seni Budaya. Saat IPA, kami melakukan praktik sederhana tentang perubahan wujud benda. Aku dan kelompokku sempat salah menyalakan alat pemanas, tapi untungnya tidak terjadi apa-apa. Sementara di pelajaran Seni Budaya, kami diminta membuat sketsa wajah. Aku menggambar wajah temanku, Dita, dan hasilnya cukup lucu hingga semua teman tertawa. Guru kami, malah memajangnya di papan hasil karya.
Pukul 13.40, bel pulang berbunyi. Namun sebelum pulang, kami diberi tugas kelompok oleh Bu Guru untuk dikerjakan di rumah. Aku dan kelompokku sepakat untuk mengerjakannya hari Sabtu di rumah salah satu teman. Setelah itu, aku dan Raka pulang bersepeda sambil berbincang tentang pertandingan futsal yang akan kami ikuti minggu depan.
Sesampainya di rumah, aku merasa lelah tapi puas. Hari itu memang seperti hari-hari biasa di sekolah, tapi setiap harinya selalu ada hal baru yang aku pelajari, baik dari guru, teman, atau pengalaman langsung. Sekolah memang tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh dan mengenal diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar